Indigo

Loading Inventory...
CINTAKU DI SEPARUH USIA: Bab 1: Kehangatan yang Retak, #1

CINTAKU DI SEPARUH USIA: Bab 1: Kehangatan yang Retak, #1

Current price: $7.99
Visit retailer's website
CINTAKU DI SEPARUH USIA: Bab 1: Kehangatan yang Retak, #1

CINTAKU DI SEPARUH USIA: Bab 1: Kehangatan yang Retak, #1

Current price: $7.99
Loading Inventory...

Size: Kobo eBook

Visit retailer's website
*Product information may vary - to confirm product availability, pricing, shipping and return information please contact Indigo
Bab 1: Kehangatan yang Retak Mentari pagi menyapu perlahan jendela kamar Jericho, membangunkannya dengan cahaya hangat yang lembut. Di sisi tempat tidurnya, Maya masih terlelap dengan wajah damai. Jericho tersenyum kecil, menikmati pemandangan istrinya yang selalu memberikan ketenangan dalam hidupnya. "Papa! Bangun! Ayo sarapan!" suara ceria Lila, putri bungsunya, menggema dari luar kamar. Jericho terkekeh pelan. "Sebentar, sayang. Papa bangun!" serunya. Dia menoleh ke arah Maya, mengelus lembut pipi istrinya. "Bangun, Sayang. Anak-anak kita sudah menunggu." Maya membuka matanya perlahan dan tersenyum lemah. "Pagi yang indah, bukan?" bisiknya. "Lebih indah karena kamu ada di sini," jawab Jericho dengan suara lembut. Kehidupan mereka adalah potret kebahagiaan sederhana. Jericho, seorang arsitek sukses, memiliki karier yang cemerlang dan keluarga yang penuh cinta. Bersama Maya dan dua putri mereka, Rania yang mulai beranjak remaja dan Lila yang masih polos dan ceria, hidup Jericho terasa lengkap. Namun, tak ada kebahagiaan yang abadi. Sore itu, ketika mereka sedang menikmati makan malam bersama, Maya tiba-tiba terbatuk hebat. Wajahnya pucat, dan Jericho segera menggenggam tangannya. "Kita ke dokter besok, ya?" pintanya dengan nada cemas. Maya mengangguk lemah, tetapi senyumnya tetap berusaha menenangkan suaminya. Hari berikutnya menjadi awal dari kabar buruk yang mengubah segalanya. "Kanker stadium lanjut," kata dokter dengan suara pelan, seolah tak ingin kata-kata itu menghancurkan mereka. Dunia Jericho seketika runtuh. Maya tetap tenang, seolah sudah menerima takdirnya. Tapi Jericho? Dia tak bisa membayangkan hidup tanpa istrinya. "Aku ingin kamu kuat, Chi," kata Maya di malam itu. "Untuk Rania dan Lila. Untuk dirimu sendiri." Tapi bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin dia bisa kuat ketika cinta dalam hidupnya perlahan diambil pergi?
Bab 1: Kehangatan yang Retak Mentari pagi menyapu perlahan jendela kamar Jericho, membangunkannya dengan cahaya hangat yang lembut. Di sisi tempat tidurnya, Maya masih terlelap dengan wajah damai. Jericho tersenyum kecil, menikmati pemandangan istrinya yang selalu memberikan ketenangan dalam hidupnya. "Papa! Bangun! Ayo sarapan!" suara ceria Lila, putri bungsunya, menggema dari luar kamar. Jericho terkekeh pelan. "Sebentar, sayang. Papa bangun!" serunya. Dia menoleh ke arah Maya, mengelus lembut pipi istrinya. "Bangun, Sayang. Anak-anak kita sudah menunggu." Maya membuka matanya perlahan dan tersenyum lemah. "Pagi yang indah, bukan?" bisiknya. "Lebih indah karena kamu ada di sini," jawab Jericho dengan suara lembut. Kehidupan mereka adalah potret kebahagiaan sederhana. Jericho, seorang arsitek sukses, memiliki karier yang cemerlang dan keluarga yang penuh cinta. Bersama Maya dan dua putri mereka, Rania yang mulai beranjak remaja dan Lila yang masih polos dan ceria, hidup Jericho terasa lengkap. Namun, tak ada kebahagiaan yang abadi. Sore itu, ketika mereka sedang menikmati makan malam bersama, Maya tiba-tiba terbatuk hebat. Wajahnya pucat, dan Jericho segera menggenggam tangannya. "Kita ke dokter besok, ya?" pintanya dengan nada cemas. Maya mengangguk lemah, tetapi senyumnya tetap berusaha menenangkan suaminya. Hari berikutnya menjadi awal dari kabar buruk yang mengubah segalanya. "Kanker stadium lanjut," kata dokter dengan suara pelan, seolah tak ingin kata-kata itu menghancurkan mereka. Dunia Jericho seketika runtuh. Maya tetap tenang, seolah sudah menerima takdirnya. Tapi Jericho? Dia tak bisa membayangkan hidup tanpa istrinya. "Aku ingin kamu kuat, Chi," kata Maya di malam itu. "Untuk Rania dan Lila. Untuk dirimu sendiri." Tapi bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin dia bisa kuat ketika cinta dalam hidupnya perlahan diambil pergi?

More About Indigo at Erin Mills Town Centre

The largest book retailer in Canada also offers toys, music, home décor, gifts and lifestyle products. What's Inside...Books, Magazines, CD’s and DVD’s, Toys and Gifts, Home Accents, Electronics, Baby’s and Children’s Section, Bath and Body, Kitchen and Bedroom, Stationary Located outside in the exterior plaza.

5015 Glen Erin Dr, Mississauga, ON L5M 0R7, Canada

Find Indigo at Erin Mills Town Centre in Mississauga ON

Visit Indigo at Erin Mills Town Centre in Mississauga ON
Powered by Adeptmind